"Semua cerita di situs ini diadaptasi/ditulis ulang untuk pelestarian budaya (tanpa klaim kepemilikan pribadi), oleh Ebi Wijaya Latumeten."

Roro Jonggrang: Legenda Cinta yang Berubah Menjadi Batu – Cerita Rakyat dari Jawa Tengah

Temukan legenda Roro Jonggrang, kisah cinta tragis antara Bandung Bondowoso dan Putri Boko yang berakhir dengan kutukan batu. Dongeng rakyat Jawa Tengah penuh pesan moral tentang cinta, dendam, dan takdir.

LEGENDA

✍️ Diadaptasi oleh: Ebi Wijaya Latumeten & Neli Sri Nurani 📚 Afiliasi: Bumi Manusia Foundation

6/23/2025

🌟 Roro Jonggrang: Legenda Cinta yang Berubah Menjadi Batu – Cerita Rakyat dari Jawa Tengah

Roro Jonggrang: Kisah Cinta yang Terukir dalam Batu
Roro Jonggrang: Kisah Cinta yang Terukir dalam Batu

Catatan Penting:

Cerita ini merupakan hasil adaptasi dan pelestarian dari cerita rakyat yang telah diturunkan secara lisan dalam budaya masyarakat Jawa Tengah. Kami tidak mengklaim kepemilikan atas kisah aslinya, namun berusaha melestarikannya dalam bentuk tulisan agar dapat dinikmati oleh generasi mendatang. - Ebi Wijaya Latumeten

🌟 Roro Jonggrang: Legenda Cinta yang Berubah Menjadi Batu

Di tanah Jawa yang kaya akan budaya dan misteri, terdapat sebuah legenda abadi tentang cinta, tipu daya, dan kutukan yang berujung pada keajaiban batu. Inilah kisah Roro Jonggrang, putri cantik dari Kerajaan Boko, yang namanya terukir dalam sejarah melalui Candi Prambanan.

🏰 Dua Kerajaan, Satu Takdir

Alkisah di bumi Jawa, dua kerajaan besar saling berdiri megah: Kerajaan Pengging dan Kerajaan Boko. Pengging dikenal sebagai kerajaan yang damai dan sejahtera, sedangkan Boko dikenal perkasa dan ditakuti karena pemimpinnya yang kuat.

Dari Kerajaan Pengging datanglah Bandung Bondowoso, seorang ksatria sakti mandraguna yang gagah berani. Ia adalah pahlawan yang setia pada rakyatnya.

Sementara itu, di Kerajaan Boko tinggal Raja Boko, seorang raksasa perkasa yang memiliki putri bernama Roro Jonggrang. Keindahan wajahnya disamakan dengan rembulan purnama yang bersinar di langit malam.

Namun, kedamaian tidak bertahan lama. Peperangan antara kedua kerajaan akhirnya pecah. Bandung Bondowoso berhasil mengalahkan Raja Boko dalam pertempuran sengit yang mengguncang bumi.

Setelah kemenangannya, Bandung Bondowoso memasuki istana Boko dan bertemu Roro Jonggrang. Seketika itu juga, hati sang pangeran luluh. Ia ingin menjadikan Roro Jonggrang sebagai istrinya, sebuah kisah cinta yang baru saja dimulai, tetapi sarat konflik.

💡 Permintaan Mustahil: Seribu Candi dalam Semalam

Namun, Roro Jonggrang menyimpan kesedihan mendalam atas kematian ayahnya di tangan Bandung Bondowoso. Ia tidak bisa menerima cinta dari pembunuh ayahnya.

Tapi ia juga tahu bahwa menolak secara langsung akan membahayakan rakyatnya. Maka, dengan kecerdikan yang luar biasa, ia memberikan syarat mustahil:

“Baiklah, aku akan menikahimu, Pangeran. Tapi kau harus membangun seribu candi untukku, dan semuanya harus selesai dalam satu malam!”

Bandung Bondowoso terkejut. Membangun seribu candi dalam semalam? Itu hampir mustahil. Namun, demi cinta, ia menerimanya.

Dengan kesaktiannya, ia memanggil pasukan jin dan makhluk halus untuk membantunya. Malam itu, suara palu dan pahat terdengar di seluruh penjuru. Candi-candi mulai berdiri, satu per satu, bagaikan tunas yang tumbuh cepat setelah hujan deras.

🌅 Fajar Menyingsing, Tipu Daya Terungkap

Roro Jonggrang, yang melihat jumlah candi sudah hampir mencapai angka 999, mulai panik. Ia tak menyangka Bandung Bondowoso benar-benar akan berhasil.

Malam itu, ia memerintahkan para dayang untuk melakukan sesuatu yang licik: mereka membakar jerami dan membuat tiruan fajar. Ayam jantan pun terkecoh dan mulai berkokok.

Para jin, yang bekerja keras sepanjang malam, mendengar kokok ayam dan mengira fajar telah tiba. Karena jin hanya bisa bekerja di malam hari, mereka langsung bubar dan kembali ke dunia gaib.

Bandung Bondowoso marah bukan kepalang. Ia sadar telah ditipu oleh Roro Jonggrang. Ia menghitung candi yang telah dibuat. Hasilnya: 999 candi. Hanya kurang satu lagi!

Dengan amarah yang membara, Bandung Bondowoso berkata:

“Karena kau telah menipuku, maka kaulah yang akan menjadi candi keseribu!”

Dan seketika itu juga, Roro Jonggrang berubah menjadi patung batu yang indah, yang kini dikenal sebagai Patung Dewi Durga di Candi Prambanan.

🗿 Kutukan Batu dan Candi yang Tak Lengkap

Dengan demikian, janji Bandung Bondowoso terpenuhi: seribu candi telah berdiri . Tetapi sayang, salah satunya adalah manusia yang dikutuk.

Legenda mengatakan bahwa arca Roro Jonggrang masih bisa didapati di kompleks Candi Prambanan, sebagai simbol dari permintaan mustahil dan konsekuensi dari tipu daya.

🌟 Pelajaran Moral dan Simbolisme

Cerita ini bukan hanya sekadar legenda atau dongeng pengantar tidur. Ada banyak pelajaran penting yang tersirat:

  • Tipu daya berbuah penyesalan : Meskipun licik, Roro Jonggrang akhirnya harus membayar harga yang sangat mahal.

  • Kebencian bisa mengaburkan cinta : Roro Jonggrang tidak bisa menerima cinta dari orang yang membunuh ayahnya.

  • Kejujuran dan komitmen lebih berharga daripada janji palsu : Bandung Bondowoso memenuhi janjinya, meskipun hasilnya tragis.

  • Sejarah yang tertinggal dalam batu : Candi Prambanan menjadi bukti fisik dari kisah ini, mengingatkan kita bahwa takdir kadang tak bisa dihindari .

Related Stories