Sri Tanjung: Legenda Kesucian yang Melahirkan Nama Banyuwangi – Cerita Rakyat Jawa Timur
Temukan legenda asal mula Kota Banyuwangi, kisah tragis Sri Tanjung yang membuktikan kesuciannya dengan pengorbanan nyawa. Dongeng rakyat Jawa Timur penuh pelajaran moral tentang kejujuran, fitnah, dan arti pengorbanan.
LEGENDAHOME
🌟 Sri Tanjung: Legenda Kesucian yang Melahirkan Nama Banyuwangi – Cerita Rakyat dari Jawa Timur


Catatan Penting:
Cerita ini merupakan hasil adaptasi dan pelestarian dari cerita rakyat yang telah diturunkan secara lisan dalam budaya masyarakat Jawa Timur. Kami tidak mengklaim kepemilikan atas kisah aslinya, namun berusaha melestarikannya dalam bentuk tulisan agar dapat dinikmati oleh generasi mendatang. - Ebi Wijaya Latumeten
🌟 Sri Tanjung: Legenda Kesucian yang Melahirkan Nama Banyuwangi – Cerita Rakyat dari Jawa Timur
Di ujung timur Pulau Jawa, berdirilah sebuah kota yang dikenal karena keindahan alamnya, kekayaan budayanya, dan namanya yang unik: Banyuwangi. Tapi tahukah kamu bagaimana kota ini mendapatkan namanya?
Kisahnya berasal dari zaman kerajaan, dari seorang wanita bernama Sri Tanjung, yang membuktikan kesuciannya dengan pengorbanan nyawa.
Inilah legenda Banyuwangi, sebuah dongeng penuh pelajaran tentang kejujuran, fitnah, dan kekuatan cinta yang tulus.
🏰 Kerajaan Sindurejo dan Cinta Patih Sidopekso
Dahulu kala, di tanah Jawa Timur, berdirilah sebuah kerajaan besar bernama Sindurejo, dipimpin oleh seorang raja bijaksana yang dicintai rakyatnya.
Di antara para abdi dalem istana, ada seorang patih yang gagah berani, setia, dan tampan: Patih Sidopekso . Ia sangat diandalkan oleh raja dan dikenal sebagai pejabat yang bijak serta jujur.
Suatu hari, ia bertemu dengan seorang gadis desa bernama Sri Tanjung. Rambutnya hitam legam terurai, kulitnya putih bersih, dan sorot matanya memancarkan ketulusan. Hati Patih Sidopekso langsung terpikat. Begitu juga Sri Tanjung, ia mencintai sang patih karena kegagahan dan hatinya yang baik.
Cinta mereka pun tumbuh perlahan hingga akhirnya mereka menikah, hidup dalam kebahagiaan dan kasih sayang. Pernikahan mereka menjadi simbol cinta murni yang tidak mengenal status sosial.
🐍 Fitnah Keji dari Hati yang Iri
Namun, kebahagiaan itu tidak luput dari pandangan orang-orang iri. Salah satunya adalah adik Raja, yang diam-diam membenci Patih Sidopekso karena merasa tersaingi kedudukannya.
Ia menyusun rencana jahat. Suatu hari, ia menghasut sang raja:
“Tuanku, hamba melihat Patih Sidopekso telah berkhianat! Bahkan istrinya, Sri Tanjung, dikabarkan telah berbuat nista!”
Raja yang termakan hasutan itu marah besar. Ia memanggil Patih Sidopekso dan menanyakannya secara langsung. Sang patih membela diri:
“Ampun Tuanku, itu semua hanya fitnah! Saya tetap setia pada kerajaan, dan Sri Tanjung adalah wanita suci!”
Namun, benih keraguan sudah tertanam. Raja memerintahkan Patih Sidopekso untuk membawa Sri Tanjung ke istana agar kebenaran terbongkar.
💔 Ujian Kesetiaan dan Pembuktian Kesucian
Sesampainya di rumah, Patih Sidopekso memberi pertanyaan berat kepada Sri Tanjung:
“Sri Tanjung, aku harus tahu… Apakah engkau benar-benar tidak bersalah?”
Sri Tanjung menangis. Ia bersumpah atas nama Tuhan bahwa ia tak pernah berkhianat. Namun, keraguan telah masuk ke hati sang suami.
Akhirnya, Patih Sidopekso membuat keputusan sulit:
“Jika kau benar-benar suci, buktikan dengan nyawamu sendiri!”
Tanpa ragu, Sri Tanjung menyetujui permintaan itu. Ia ingin membuktikan kesucian dirinya, meski dengan harga mahal.
🌊 Pengorbanan di Tepi Sungai dan Air Harum Ajaib
Mereka menuju sungai dekat rumah mereka. Adik Raja dan beberapa pengawal ikut menyaksikan.
Sebelum mati, Sri Tanjung berkata:
“Jika dari tubuhku tercium bau busuk, maka aku bersalah. Tapi jika harum yang keluar, maka itulah bukti kesucianku.”
Setelah mengucapkan sumpah itu, ia rela menerima tikaman keris suaminya sendiri. Tubuhnya jatuh ke sungai, dan air mulai berubah warna menjadi sangat harum, seolah membenarkan kesucian Sri Tanjung.
Semua mata terbelalak. Patih Sidopekso menyesal luar biasa. Ia menyadari bahwa ia telah membunuh istri yang sangat ia cintai karena fitnah keji dan keraguannya.
Adik Raja, yang menyaksikan keajaiban itu, hanya bisa terdiam. Ia tahu, ia telah salah dan akan bertanggung jawab atas dosanya.
🌸 Lahirnya Kota Banyuwangi
Air sungai yang mengalir dari tempat Sri Tanjung wafat tidak pernah lagi kehilangan aroma harumnya. Orang-orang mulai menyebutnya sebagai “Banyu Wangi” air yang harum.
Lama-kelamaan, daerah itu berkembang menjadi sebuah pemukiman, lalu menjadi kota. Dan kota itu diberi nama Banyuwangi, sebagai penghormatan abadi untuk Sri Tanjung, wanita yang membuktikan kesuciannya dengan pengorbanan jiwa.
📚 Pelajaran Moral dari Legenda Banyuwangi
Cerita ini bukan hanya legenda atau dongeng semata. Ada banyak pesan moral penting:
Fitnah adalah senjata beracun: Satu kata palsu bisa menghancurkan kehidupan orang tak bersalah.
Keraguan bisa melahirkan penyesalan besar: Patih Sidopekso harus kehilangan istri tercinta karena mudah termakan omongan orang.
Kejujuran dan kesucian tidak selalu diterima dengan mudah: Terkadang, kita harus membuktikannya, bahkan dengan pengorbanan.
Nama baik bisa datang dari tragedi: Kota Banyuwangi lahir dari pengorbanan tragis, tetapi mengandung makna yang indah.